{"id":206,"date":"2018-08-06T13:23:00","date_gmt":"2018-08-06T13:23:00","guid":{"rendered":"https:\/\/teknikgeologi.unja.ac.id\/?p=206"},"modified":"2025-12-18T08:23:36","modified_gmt":"2025-12-18T08:23:36","slug":"aksi-penggalangan-dana-geologi-peduli-gempabumi-lombok","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/teknikgeologi.unja.ac.id\/index.php\/2018\/08\/06\/aksi-penggalangan-dana-geologi-peduli-gempabumi-lombok\/","title":{"rendered":"Aksi penggalangan dana Geologi Peduli Gempabumi Lombok"},"content":{"rendered":"\r\n<p class=\"has-black-color has-text-color\" style=\"font-size: 18px;\">Gempa bumi terjadi pada hari Minggu. tanggal 5 Agustus 2018, pukul 18:45:35 WIB. Berdasarkan informasi dari BMKG pusat gempa bumi berada pada koordinat 8,37\u00b0 LS dan 116,48\u00b0 BT, dengan magnitudo 7,0 pada kedalaman 15 km. Sebelumnya, pada tanggal 29 Juli 2018 dengan kekuatan M6,4 dengan kedalaman 10 km. Gempa bumi ini menimbulkan kerusakan berat di Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur dan berdasarkan informasi dari BNPB hingga saat korban meninggal dunia akibat gempa ini mencapai 105 jiwa.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-black-color has-text-color\" style=\"font-size: 18px;\">Badan Geologi mengirimkan Tim Tanggap Darurat Gempa Bumi dan Gerakan Tanah ke lokasi untuk melakukan pemetaan dampak gempa bumi khususnya terkait kerusakan geologi. Tim Tanggap Darurat menemukan retakan tanah dan longsor di jalan yang menghubungkan Kecamatan Pemenang, Tanjung dan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Likuifaksi atau pelulukan juga ditemukan di daerah Gangga. Retakan dan gerakan tanah juga terjadi di Kecamatan Sambelia dan Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur khususnya di lereng dan sekitar jalur pendakian Gunungapi Rinjani serta perbukitan terjal lainnya. Retakan dan gerakan tanah tersebut dipicu oleh gempa bumi 29 Juli 2018, yang kemudian diperparah oleh guncangan gempa bumi 5 Agustus 2018. Berdasarkan hasil survey lapangan dan analisis Tim Tanggap Darurat Badan Geologi, kedua gempa bumi yang telah terjadi mempunyai mekanisme sama yang berasosiasi dengan Patahan Naik Busur Belakang Flores yang terletak di utara Pulau Lombok.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-black-color has-text-color\" style=\"font-size: 18px;\">Berdasarkan berita yang tersebar luas HMTG MENGKARANG Terutama Divisi Sosial Berinisiatif untuk Memberi kan bantuan dengan cara menggalang dana dengan judul kegiatan &#8220;Aksi Penggalang Dana Geologi Peduli Gempa Bumi Lombok&#8221;. Diharapkan setidaknya dengan kegiatan ini dapat sedikit membantu korban bencana yang ada disana. kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 6 Agustus 2018.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"656\" height=\"492\" class=\"wp-image-207\" src=\"https:\/\/teknikgeologi.unja.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/galang-dana.jpg\" alt=\"\" srcset=\"http:\/\/teknikgeologi.unja.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/galang-dana.jpg 656w, http:\/\/teknikgeologi.unja.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/galang-dana-600x450.jpg 600w, http:\/\/teknikgeologi.unja.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/galang-dana-300x225.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 656px) 100vw, 656px\" \/><\/figure>\r\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p class=\"card-text\">Gempa bumi terjadi pada hari Minggu. tanggal 5 Agustus 2018, pukul 18:45:35 WIB. Berdasarkan informasi dari BMKG pusat gempa bumi berada pada koordinat 8,37\u00b0 LS dan 116,48\u00b0 BT, dengan magnitudo 7,0 pada kedalaman 15 km. Sebelumnya, pada tanggal 29 Juli 2018 dengan kekuatan M6,4 dengan kedalaman 10 km. Gempa bumi ini menimbulkan kerusakan berat di [&#8230;]<\/p>\n<p class=\"m-0\"><a class=\"btn btn-outline-secondary btn-read-more\" href=\"http:\/\/teknikgeologi.unja.ac.id\/index.php\/2018\/08\/06\/aksi-penggalangan-dana-geologi-peduli-gempabumi-lombok\/\">Read More<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":207,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23,4,16,119],"tags":[],"class_list":["post-206","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-23","category-berita","category-event-himpunan","category-kegiatan-mahasiswa"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/teknikgeologi.unja.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/206","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/teknikgeologi.unja.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/teknikgeologi.unja.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/teknikgeologi.unja.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/teknikgeologi.unja.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=206"}],"version-history":[{"count":2,"href":"http:\/\/teknikgeologi.unja.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/206\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3699,"href":"http:\/\/teknikgeologi.unja.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/206\/revisions\/3699"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/teknikgeologi.unja.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/207"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/teknikgeologi.unja.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=206"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/teknikgeologi.unja.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=206"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/teknikgeologi.unja.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=206"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}